Mengenal Jenis-Jenis SEO & Teknik Menulisnya

SEO-image-1-1.jpeg sumber: bleend.com

SEO kini menjadi tren dalam dunia digital marketing. SEO menjadi penting bagi semua brand karena bisa menjadi sarana promosi yang efektif dan tanpa biaya. Tetapi untuk melakukannya, diperlukan riset cukup mendalam untuk melakukan SEO bagi brand. SEO sendiri terbagi jadi beberapa jenis sesuai dengan fokusnya masing-masing, yaitu:

1. SEO On-Page

Menurut Sixth City Marketing, jenis SEO satu ini mengacu pada proses mengoptimalkan konten yang terdapat di situs website perusahaan. Fokus utama dari SEO on-page adalah bagaimana caranya konten yang dibuat memiliki informasi yang berguna bagi audience dan tentunya relevan dengan brand. Optimasi SEO on-page meliputi pemilihan kata kunci yang tepat, struktur heading yang baik, optimasi gambar, pembuatan konten berkualitas, pengaturan meta tag serta meta description, internal link, dan elemen lain yang berada di dalam halaman website tersebut. Tujuannya adalah meningkatkan relevansi, kualitas, dan pemahaman konten oleh search engine melalui strategi pencarian organik.

2. SEO Off-Page

SEO off-page adalah metode optimasi SEO yang dilakukan diluar halaman website, seperti pemilihan nama domain yang mudah diingat dan tidak terlalu panjang, backlink hingga promosi melalui media sosial. Ini termasuk membangun backlink berkualitas dari situs lain, berbagi konten di media sosial, berpartisipasi dalam komunitas online, dan kerjasama dengan influencer. Fokusnya adalah memperkuat reputasi situs website di mata search engine.

3. Technical SEO

Menurut Moz, SEO ini mengacu pada segala optimasi yang bisa membantu search engine merayapi situs website dan meningkatkan audience experience. Pada dasarnya, cara kerja dan algoritma search engine akan selalu berubah menjadi lebih kompleks. Maka dari itu, proses kerja dari jenis SEO ini biasanya akan terus berkembang. Technical SEO berfokus pada aspek teknis situs website yang dapat mempengaruhi bagaimana mesin telusur mengindeks dan memahami konten. Ini melibatkan optimasi URL, pengaturan robots.txt, manajemen kode status error, kecepatan halaman, struktur data, dan elemen teknis lainnya yang mempengaruhi pengalaman mesin telusur dan audience.

4. Local SEO

Local SEO adalah cara mengoptimasi agar website yang kamu miliki dapat dengan mudah ditemukan search engine di wilayah atau lokasi terdekat. SEO jenis Ini melibatkan optimasi situs website untuk muncul dalam hasil pencarian lokal, termasuk di Google Maps dan direktori bisnis lokal. Tujuannya adalah untuk menjangkau audience di area geografis tertentu.

Keempat jenis SEO ini jika dioptimasi secara maksimal akan memberikan pengaruh positif terhadap traffic website suatu brand. Untuk membantu optimasi SEO secara maksimal, maka diperlukan juga teknik-teknik dalam menulis di website tersebut yang sesuai dengan algoritma search engine. Berikut adalah teknik-teknik yang harus dilakukan saat menulis SEO, yaitu:

1. Lakukan Riset Keyword yang Relevan

Langkah pertama dalam menulis SEO adalah memilih kata kunci yang relevan dengan topik yang dibahas. Pemilihan kata kunci yang tepat akan membuat website kita menjadi SEO-friendly dan berpeluang besar ditemukan oleh audience. Proses pencarian keyword ini biasa dibantu dengan tools seperti Ahrefs, Semrush, Ubersuggest dan lainnya.

2. Memahami Search Intent

Search intent adalah maksud atau tujuan audience ketika mengetikkan keyword tertentu di search engine. Search intent merupakan salah satu faktor yang paling mempengaruhi ranking di Google. Intensi audience biasa dibagi menjadi 4, yaitu:

  • Informational adalah ketika seorang audience melakukan pencarian untuk mendapatkan suatu informasi terhadap suatu topik, produk, industri, dan lainnya.
  • Navigational adalah ketika seorang audience melakukan pencarian untuk menemukan sebuah website atau halaman.
  • Commercial adalah ketika seorang audience melakukan pencarian ketika sudah memiliki intensi untuk membeli atau sedang mencari perbandingan dari produknya.
  • Transactional adalah ketika seorang audience sudah memiliki tujuan untuk membeli suatu produk atau jasa.

Dengan mengidentifikasi intensi dari audience, kita dapat mempersiapkan konten yang sesuai.

3. Memperhatikan Struktur Artikel Website

Struktur artikel yang baik akan membantu pembaca dan juga search engine dalam memahami konten website. Struktur sebuah artikel dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Pembuka: latar belakang dan tujuan artikel.
  • Isi: penjelasan topik utama secara rinci.
  • Kesimpulan: penutup yang berisi ringkasan atau kesimpulan artikel.

Hal ini bisa mempermudah proses penulisan dengan memilih apa yang harus ditulis di setiap bagian artikel.

4. Optimasi Heading

Heading adalah judul dan sub-judul dalam artikel yang menjelaskan sebuah informasi tertentu. GetResponse menuliskan, dengan cara memakai heading, brand bisa membuat artikel SEO-friendly yang baik. Sebab, search engine akan membaca heading itu. Dengan begitu, heading yang pas bisa memudahkan search engine memahami isi konten website suatu brand. Oleh karena itu, heading harus mengandung keyword yang sesuai dengan konten yang dimuat di website.

5. Menyisipkan Gambar

Elemen visual bisa membuat artikel website nyaman dibaca. Brand juga bisa membuat infografik, checklist, template, dan lain-lain. Semua itu bisa mempermudah audience memahami pesanmu. Walaupun dengan menggunakan gambar, keyword juga tetap bisa disematkan dengan menggunakan image alt tags. Dengan adanya alt tags ini, selain mempermudah search engine dalam membaca raw data gambar tersebut, apabila audience yang datang memiliki kendala untuk melihat dan mengakses gambar tersebut, alt tags akan membuat search engine tahu gambar apa yang seharusnya ditampilkan.

6. Menyertakan Internal Link dan External Link

Internal link adalah tautan dari satu halaman ke halaman lain dalam satu website yang sama. Internal link bisa membantu search engine memahami halaman-halaman yang ada di website brand. Ini akan mempermudah konten brand ada di puncak hasil pencarian search engine.

External link adalah tautan yang merujuk ke halaman website lain. External link bisa dipakai sebagai sumber untuk memperkuat penjelasan. Contohnya, link hasil penelitian, berita, data, atau berita dari media lain. Dengan menyematkan eksternal link, maka brand juga dapat membangun kepercayaan pada website brand dengan memberi kredit pada website lainnya.

7. Menerbitkan Artikel Secara Rutin

Menambahkan artikel terbaru secara teratur dapat memberitahu search engine bahwa situs website brand tersebut aktif. Hal ini penting karena jika website tidak aktif, search engine akan lebih jarang merayapinya dan ini dapat mempengaruhi peringkat website secara negatif. Akan tetapi, harus dipastikan bahwa konten memiliki kualitas yang tinggi. Artinya, artikel yang ditulis harus bersifat informatif dan menghibur pembaca.

8. Mempromosikan dan Membagikan Artikel

Agar artikel di website brand kita menjadi SEO-friendly, brand harus rajin mempromosikan dan membagikan artikel terbaru ke audience. Promosi dan share bisa dilakukan lewat media sosial, email marketing, atau platform lain yang dapat dijangkau oleh audience secara mudah. Semakin banyak audience yang melihat dan membaca artikel brand kita, maka peluang untuk mendapatkan ranking teratas di search engine semakin besar.

Menulis artikel yang SEO-friendly memang membutuhkan proses yang panjang. Diperlukan adanya konsistensi dan kecermatan dalam menulis segala sesuatu yang dapat menunjang kegiatan SEO untuk website brand kita. Untuk mempelajari lebih dalam mengenai SEO untuk brand kamu, Connact hadir untuk menjawab semua rasa penasaran yang kamu miliki mengenai SEO. Untuk info lebih lanjut, langsung saja hubungi disini!